100 Hari di Minecraft Hardcore Bedrock Island
Ini adalah aku, si pria paling tampan dan pemberani di dunia. Dan aku terdampar di sebuah pulau kecil di tengah-tengah lautan yang sangat luas. Namun ini bukanlah pulau biasa karena pulau ini adalah pulau pulau yang sudah tentu tidak bisa dihancurkan dan absolutely tidak ada apa-apa di sini. Bahkan di dalam lautannya pun semuanya dikutuk jadi betrok. Dan di video kali ini aku akan mencoba bertahan hidup selama 100 hari lagi untuk mengubah pulau ini menjadi layak untuk dihuni. So, biar aku berhasil mencapai tujuanku seperti biasa cuy. Jangan lupa kalian untuk pukul tombol subscribe-nya, nyalakan loncengnya dan bakar tombol like-nya. Kalau sudah, silakan kalian duduk dengan santai, ambil cemilan kalian dan nonton video ini sampai habis. Dan selamat menyaksikan petualanganku di 100 hari Minecraft Hardcore Bed Rock Island. Yo, halo semuanya. Kembali lagi bersamaku, pria paling tampan dan pemberani di dunia. Alright, hari pertamaku di pulau Betrok. Seperti yang bisa dilihat, pulau ini tidak bisa diapa-apain dan jalan satu-satunya untuk bertahan hidup adalah mencari sesuatu di sekitar pulau. Oke, ke mana kita arahnya? Alright, coba ke sini dulu. Let’s go. Bisakah aku mendapatkan sesuatu di sini? Oh my godness, semuanya bedrock, guys. What the heck is that? Anjayani, ini apa yang bisa lakukan, coy? Tidak ada apa-apa. Absolutely nothing ini, Guys. Oh my God. Aku terus berenang menyusuri lautan untuk mencari sesuatu di dalam sini. Dan tanpa sadar, aku sudah terlalu jauh dari pulau. Karena itu sangat berbahaya kalau sampai aku nyasar dan tidak bisa kembali. Karena pulau satu-satunya di dunia ini hanyalah pulau tersebut. Untuk itu, aku mengambil arah lain sekaligus untuk mencari sesuatu di dalam lautan ini. Dan benar saja, enggak lama setelah itu aku akhirnya berhasil menemukan sesuatu. Oh my godness. Akhirnya let’s go. Wuhu! Yeay! Ambil napas dulu. Hah! Aku pikir aku tidak bisa mendapatkan ini, cuy. Oke, let’s go. Please, aku butuh namanya mouse block. Oh my God. Masih belum. Oke, gak apa-apa. Nice. Lumayan dapat iron. Alri, alright, alright. Nice, nice, nice. Oh my god. Oh my god. Oh my god. Cepat, cepat, cepat. Oh no. Aw, aw. Oh. Hai. Hampir meningsoy saya. Walaupun aku sudah berhasil mendapatkan sesuatu, tapi ini masih belum cukup. Untuk itu, aku pun lanjut berkeliling lagi. Dan kali ini aku berhasil menemukan sebuah ruined portal. Alright, alright, alright. Mana petinya? Mana petinya? What the heck? Gak ada petinya kah? Oh my god. Mana? Oh my god. Mana ke petinya ini? What the heck? What the Oh, itu dia. Alright, ada obsidian dua di sini. Oke, ada ini. Nice. Alright, alright. Alright. Hah. Hampir saya meningsoy. Eh, apakah ini bisa? Sepertinya bisa, cuy. Pas nih, aku masukin dua terus nih. Oke. Alright, alright. Alright. Kas dulu. Oh my God. Oh my God. Nah, itu dia. Kita bisa keterus ngambil kayu. Oh my God. Ternyata aku berhasil menemukan sesuatu di sini. Let’s go. Wuhu! Alright, alright, alright, alright. Eh, oh iya, ini dia air, cuk. L bungul, labungul. Yap, malam pun tiba. Tapi aku masih berenang menyusuri lautan ini. Karena kalaupun aku kembali ke pulau, tak ada yang bisa kulakukan di sana. Namun untuk berenang di malam hari sedikit berbahaya karena jamet mulai bermunculan. Oh, ada jamit, Guys. Ada jam, Guys. Let’s go. Let’s go, boy. Let’s go, boy. Let’s go, boy. Oh, lagi. Lagi si napapas dulu. Ih, untung dia tidak bawa tombak, Guys. Kalau dia bawa tombak, auto langsung meningsoy aku. Mmm. Berikan aku makanan cepat. Aku butuh makan. Eh, kuat banget. Kuat banget. Woi, woi, mati. Woi, jam buduk. Buset dah, ini apalagi yang pakai tombak. Set dah, ini kuat bener loh. Wih, woi. Makan apa kamu, woi? Oh my godness. Nah, akhirnya gak dapat apa-apa. Sempak. Yap, pagi pun tiba. Tapi aku masih berkutat di lautan ini. Untung saja aku tidak perlu takut untuk kehabisan energi. Karena ketika aku lapar, aku bisa mengisinya dengan membunuh ikan-ikan ini untuk mendapatkan makanan. Dan apabila beruntung seperti ini, aku juga bisa mendapatkan sebuah bond meal yang di mana akan sangat berguna banget di kemudian hari. Dan singkat cerita, akhirnya aku berhasil menemukan sebuah kapal lagi. Alright, ini dia. Let’s go. Apakah kali ini aku akan beruntung? Let’s go. Oke, nice. Dapat buku. Sekarang sebelah sini. Go, let’s go, let’s go, let’s go. Ah. W akhirnya nice banget. Wuhu. Let’s go. Atas langsung. Wuh, bodo amat. Oke, nice oke, masih ada satu lagi di sini. Alright, lumayan. Itu dia. Wuhu, jackpot, coy. Let’s go, let’s go, let’s go. Santai, balik. Ah, Picky Mochi. Ye, akhirnya apa yang ku butuhkan sudah berhasil aku dapatkan. Untuk itu aku pun kembali ke pulau lalu memasang mouse block yang berhasil aku dapatkan. Cuma terdapat satu masalah di sini karena bond milku cuma ada satu dan tidak menghasilkan satu sampling pohon pun sehingga aku tidak bisa mendapatkan kayu. Tapi tentu saja itu tidak membuatku khawatir karena tentu saja aku masih memiliki solusi untuk memecahkan masalah ini yaitu dengan berburu ikan walaupun chance untuk mendapatkannya hanya 5% saja. Nah, di saat aku ingin berburu ikan, aku malah menemukan bangunan ini dengan isi petian yang lumayan banget untuk diambil. Selain itu, aku juga menemukan sebuah kapal lagi. Walaupun isinya tak sebagus di kapal-kapal yang sebelumnya. Setelah itu aku pun fokus untuk berburu ikan. Lalu setelah beberapa kali percobaan, akhirnya aku berhasil mendapatkan bone meal. Yo, akhirnya. Yuhu. Oke, lanjut lagi. Alright, dapat lagi. Nice. Wuhu, mantap. Dan se cerita, setelah beberapa hari ku habiskan untuk berburu ikan, akhirnya aku berhasil mengumpulkan 13 bone meal. Dan sepertinya ini sudah lebih dari cukup karena aku juga sudah lelah untuk mencari ikan terus-menerus. Alright, alright, alright. Ini dia, ini dia guys sampling pohonnya. Let’s go. Oke, kita harus butuh berapa ini? Bon meal. Sat, dua, t. Alright. Ihi, akhirnya aku dapat kayu, cuy. Yap, akhirnya aku berhasil mendapatkan kayu. Walaupun hasil dari kayu ini tidaklah banyak, tapi ini sudah lebih dari cukup. Karena akhirnya aku sekarang bisa membuat sebuah alat yang k gunakan untuk mengambil kayu lagi sampai bon milku habis. Sehingga dari hasil 13 bon meal yang aku punya, aku menghasilkan kayu sebanyak ini. Lalu dengan tiga buah lok kayu yang kudapatkan, aku langsung membuatnya menjadi sebuah campfire yang di mana berfungsi untuk membakar ikan-ikan yang berhasil aku kumpulkan. W, akhirnya tidak menjadi warga primitif lagi. Bakar lagi, coy. Asik, enggak makan ikan mentah lagi. Kita langsung bikin peti aja, cuy. buat nyimpan barang-barang. Gita simpan-simpan yang tidak perlu. Ini kayu dan juga makanan sehat sudah berhasil kudapatkan. Dan untuk selanjutnya aku akan mencoba untuk memperluas pulau ini. Untuk itu aku harus pergi ke Nether karena aku membutuhkan sebuah lava untuk membuat cobblestone generator. Mengingat untuk mendapatkan lava di dunia ini bakalan sangat sulit karena 99% isinya air semua dan juga untuk masuk ke dalam gua di dalam laut itu juga sangat mustahil. Karena aku tidak bisa menghancurkan bedrock-nya. Tambah lagi aku juga membutuhkan bon meal yang sangat banyak. Untuk itu, pergi ke Nether adalah solusi terbaik. Nah, jadi aku pun kembali lagi ke portal ini. Portal yang sebelumnya sudah pernah aku temukan dan aku buat tapi tidak bisa aku nyalakan. Alright, let’s go. Kita langsung bikin pintu aja. Pintu serba guna. Tabung oksigen. Siih oksigen di sini aja. Alright. Aman, Bro. Oke, kita tutup dulu ini. Tutup dulu. Oke. Alright. Isi dulu. Nice. Serba guna sekali ini. Oke, bagian belakang kita tutup. Nice. Depannya juga. Oklek. Ada pintu sini. Oh my god. Oh my god. Oh my god. Ih, hampir meninggal saya. Ih, takutnya. Alright, pintu. Oke, kita hancurkan. Nice. Aduh. Du, du duh. Ditutup dulu. Oke. Wuhu. Nice. Kita hancurkan ini. Terus tinggal kita nyalakan. Anjay, IQ 10.000 memang gitu, Guys. Wuhuhu. Mantap betul. Alright guys, kalau begitu saatnya aku berpetualang di Nether. Let’s go. Alright, ini dia neraka jahanam age Nether. Alright, kali ini aku berada di Tab berantah. Tapi by the way ini cukup bagus. Jadi mari kita kemek. Perjalanan Nether pun dimulai. Dengan membuat pickaxe, aku pun membuat jalan seperti ini agar nanti bolak-baliknya jadi lebih mudah. Dan setiap kali bertemu dengan ginian, aku pun menyempatkan diriku untuk mengambilnya terlebih dahulu karena ini bakalan sangat berguna nantinya untuk melakukan pertukaran dengan piglin. Sampai akhirnya aku pun tembus di biomson Forest. Jadi, karena sudah di sini, aku langsung mengambil kayu-kayunya karena nantinya kayu-kayu ini bakalan sangat berguna banget untuk menemaniku di perjalanan Nether ini yang di mana bisa ku gunakan untuk membuat jembatan seperti ini ketika netrekku sudah habis. Dan biar perjalanku makin aman, aku pun berhenti sejenak lalu mengolah biji-biji gold yang aku kumpulkan untuk membuat sebuah gold ingot yang kupergunakan untuk membuat celana. agar perjalananku di sini makin aman dan tidak diganggu oleh para babi ngepet. Alright, permisi. Ich bos numpang lewat Ich bos kok mukamu jelek I bos. Alright. Oke, di sana. Oh, kayaknya kita harus ke sana deh untuk ngambil blackstone-nya. Berguna coy. Alright, alright, alright. Oke, kita kasih tanda biar enggak nyasar. Eh, eh, heh. Wei, si Agus satu ini sudah lama menghilang malah muncul lagi. Bagus-bagus kamu hilang. Aku sedih. Nah, sedih kembali. Jangan sampai viral lagi. Bahaya. Alright, ambil ini. Ya elah, pecah dong. Buset deh. Ya udah, kita bikin lagi aja yang baru. Untung saya punya banyak iron, coy. Untung aja. Eh, kayaknya lebih baik pakai ini aja deh. Nah, lebih hemat. Let’s go. Nice. Aku tak rodok rodo, rod rod. Aduh gantengnya. Akhirnya aku pun selesai mengumpulkan batu. Dan sebelum melanjutkan perjalanan, aku pun berhenti sejenak untuk membuat beberapa peralatan. Dan baru aja aku melanjutkan perjalananku, aku akhirnya berhasil menemukan sebuah fortress. Yo, gaskeun kah ini? Ah, gas kenai. Tanpa takut kita langsung aja bungul nojutsu. Alright, alright, alright. Ih, langsung spawner dong. Ih, lawan. Ah, sakitnya. Tidak. Ih, takutnya. Ih, takutnya. Oi, mending masuk sini aja daripada di luar. Mengerikan. E e mana petinya ini? Alright. Kok sepi amat nih? Oh ini mantap. Kita ambil ambilambil ini lumayan. Let’s go. Alright. Oh itu dia petinya. Oh my god. Ah tolong mundur. Alright lumayan dapat bon. Let’s go. Huh. Oke. Uh, diamond. Nice. Alright. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Ah, aduh. Hah. Selamat lagi aku. Ada lagi enggak? Loh, enggak ada. Tapi ada suaranya. Ih, ih. Ampun, Bang. Bang. J ngelak-galak, Bang. Heh, drum. Ye. Uhuhu. Diamond. Let’s go. Itu dia, cuy. Nice. Pedang gratis kita pakai aja. Alright. Ye, peti lagi. E, wih. Peti lagi. Uh, nice. Oke, let’s go. Aw. Aduh. Oh my god. Oh my god. Aduh. H ih. Makan dulu. Makan dulu nanti mati. Oke, kita ambil ini. Alright, diamond lagi, coy. Let’s go. Hi rasakan ini kampak bungul. Nice. Wuhu. Alright. Nice. Ini lumayan. Oke, kita ambil ini. Ini bakalan berguna, coy. Oke, sepertinya udah selesai di sini. Alright, kabur. Oke, kabur kabur kabur. Lewat sini aja, lewat sini aja biar aman sentosa. Ah. Ih, takutnya di sini ngeri. Perjalananku pun berlanjut kembali dan kali ini akhirnya aku sampai di Soulsen Valley. Dan langsung saja aku mengumpulkan semua bon block yang ada di tempat ini karena ini nantinya bisa berguna untuk kakan menjadi bond meal. Dan singkat cerita, setelah melanjutkan perjalananku lagi akhirnya aku menemukan sebuah bastion remnan dan kebetulan aku sudah memiliki lava bucket sehingga masuk ke sini jauh lebih mudah. Gilya kuat bener. Woi, woi, woi. Hampir dia bebas. Huh. Aman, S. Hancurkan dulu yang ini. Nah, itu dia. Ye, K rantainya. Oke, nice. Alright, dibawa. Let’s go. Alright, alright. Tutup dulu biar gak jatuh. Anjay. Oh my god. Aku gak bisa ngambil ini nih. Gak bisa. Gak bisa. Kita ganti dulu. Harus pakai pickaxe yang lebih bagus. Oke, kita bikin pickaxe baru aja. Uh, ada dua peti. Nice. Uh, nice nitri ingot, coy. Wuhu, debrisnya juga banyak. Let’s go. Nice diamond sword. Anjay, mantap banget. Alright. Oh my god. Uh, netri ingotnya dua. What the hell? Gila, guys, dapat tiga netri ingot dalam satu bastion remnan. Apakah ini hoki kah atau Aloomani kah? Coba kalian tulis di kolom komentar, Guys. Wow, ini benar-benar luar biasa banget, coy. Nice banget ini mah. Uh, block of iron. Nice. Itu dia GG sekali. Wuhuy. Alright, kita bikin dulu pickaxe-nya. Itu dia. Let’s go. Nice, nice. Kita ambil ini. Mantap banget, cuy. Ayulah aku. Setelah berhasil mendapatkan peti utama yang sangat lezat dan bergiji banget, aku pun lanjut mengumpulkan peti-peti lainnya yang isinya enggak kalah bagus daripada yang sebelumnya. Ditambah lagi aku berhasil mendapatkan diamond pickaxe dengan fortune 3. Dan sebelum meninggalkan tempat ini, aku tidak lupa mengambil gold block yang tersembunyi di belakang bangunan yang jumlahnya lumayan banyak dan tersebar di belakang bangunan. Nah, karena semua yang kebuhkan sudah berhasil aku dapatkan, aku berniat untuk pulang ke Overworld. Tapi karena aku melihat abang-abangan babi ini lagi pada nganggur, akhirnya aku pun mengajak mereka untuk bertransaksi karena sangat banyak yang kubutuhkan dari abang-abang babi ini, yaitu string, kulit, dan juga botol marjan. Dan sing cerita, setelah selesai bertransaksi, aku pun langsung memasukkan semua barang-barangnya ke dalam peti terlebih dahulu untuk aku sortir terlebih dahulu karena inventoryku sudah penuh banget. Jadi aku memilih barang-barang yang sangat penting terlebih dahulu. Lalu sisanya akan aku tinggalkan dan akan aku ambil ketika aku nanti balik ke sini lagi. Karena tempat ini sangat dekat dengan portal menuju ke Overworld. Yap, akhirnya semua yang kubutuhkan untuk memperluas pulau ini sudah berhasil aku dapatkan. Maka dari itu untuk selanjutnya saatnya mulai bekerja. Yang pertama-tama aku mulai dengan mengumpulkan kayu. Karena tulangku sudah banyak, jadi aku tidak perlu khawatir lagi untuk kehabisan stok kayu. Jadi aku tinggal menumbuhkannya lagi seperti ini dan menebangnya lagi. Nah, setelah kayu sudah terkumpul, lanjut lagi dengan membuat sebuah cobblestone generator. Untuk saat ini aku akan membuatnya di sini terlebih dahulu dan nantinya akan aku pindahkan ketika pulaunya sudah jadi. Nah, karena cobblestone generatornya udah jadi, aku pun mencoba untuk mengambilnya menggunakan pickaxe diamondku. Tapi setelah beberapa saat, pickaxe-nya mau hancur dan hasilnya cuma segini. Jadi biar lebih hemat, aku pun membuat pickaxe batu sebanyak-banyaknya untuk mengumpulkan batu lagi. Walaupun untuk proses pengumpulan batunya bakalan lama banget. Sehingga aku pun memutuskan untuk rehat sejenak dan balik ke Nether dengan portal yang kubuat dari obsidian yang kudapatkan dari para abang-abang Figlin. Lalu tujuanku ke sini hanyalah untuk mengambil lava saja yang k gunakan sebagai bahan bakar untuk memasak cobblestone. Nah, hal ini kulakukan agar pekerjaanku jauh lebih efisien karena aku bisa sambil memasak juga bisa sambil mengumpulkan cobblestone lagi. Sehingga setelah beberapa hari, akhirnya aku berhasil mengumpulkan stun sebanyak ini dan pembakarannya pun masih ongoing sehingga nantinya akan bertambah banyak lagi. Dengan batu yang aku punya, aku pun langsung mengerjakan perluasan dari pulau ini. dan akhir Akhirnya stunku pun sudah habis. Dan inilah pulau yang berhasil aku buat. Namun ini masih belum selesai karena masih ada satu hal lagi yang harus aku lakukan. Dan by the way, di sini aku kedatangan wondering trader yang di mana menjual sampling pohon yang aku suka. Dan kebetulan juga aku memiliki enam buah emerald yang kudapatkan dari kapal tenggelam. Sehingga langsung saja kupergunakan emerald tersebut untuk membeli satu sampling pohon. Lalu sisa emerald yang aku punya akan aku simpan karena siapa tahu aku bisa mendapatkan sesuatu yang menarik lagi. Jadi, pertama-tama aku simpan saja terlebih dahulu sampling pohon ini karena tidak akan aku gunakan untuk sekarang. Karena sekarang tujuanku adalah untuk menghijaukan pulau ini dengan cara seperti ini dan lanjut lagi melakukannya di seluruh pulau. Sehingga seluruh pulaunya sekarang sudah tertutupi oleh mock. Tapi tentu saja pekerjaanku masih belum selesai. Karena untuk selanjutnya aku akan membuat sebuah rumah dan beberapa bangunan lainnya untuk mempermudah hidupku di pulau ini. So, tentunya pertama-tama mengumpulkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Yang kulai dengan mengumpulkan kayu Spurs. Kayu yang sangat bagus untuk pembangunan dan sangat cepat untuk dikumpulkan. Karena setelah mendapatkan empat sampling pohon, aku bisa membuatnya jadi setinggi ini dan menebangnya pun juga tidak ribet. Aku tinggal naik ke atas dan membuat tangga seperti ini. Lalu setelah di atas, aku tinggal memotongnya sampai ke bawah seperti ini. Nah, setelah kayu sudah terkumpul, lanjut ke bahan yang kedua yang di mana aku harus kembali ke Nether. Dan tujuanku kembali ke sini adalah untuk mengumpulkan Blackstone. Karena deep spray tidak bisa kudapatkan di dunia ini sehingga aku mengambil Blackstone sebagai alternatif untuk bahan bangunan atap rumah. Alright, semua bahan-bahan yang kubutuhkan sudah lengkap dan saatnya untuk Dunbo Kalimantan ini beraksi. Let’s go. I’m broken. You don’t care how I could get used to the magic of your love, but I know it’s good to be true. I could get used to the magic of your touch. I keep going backab only open up your eyes me. I’ll be waiting forever. Can’t to tell even love your darker size but you don’t need me. You don’t need me. Only see me as a friend. I could get used to the magic of your love but I know it’s too good to be true. I could get used to the magic of your touch. I keep coming back to you. I’ll be for you. over and over to make make over and over so happy for you for Oke, empat bangunan sudah berhasil aku buat dan empat bangunan ini adalah bangunan-bangunan yang dapat membantuku bertahan hidup di dunia ini. So, untuk bangunan yang di sebelah sini adalah sebuah cobblestone generator yang aku buat ulang. Walaupun versinya berbeda, tapi untuk fungsinya tetap sama. sama-sama untuk mengumpulkan cobblestone juga. Dan untuk yang di sebelah sini aku buat menjadi sebuah string farm. Cuma untuk sekarang belum aku aktifkan karena aku tidak memiliki banyak iron untuk membuat hopper lagi. Karena aku juga ingin menggunakannya untuk sesuatu yang lain. Nah, karena aku sudah membuat sebuah string farm, jadi di sini sudah pasti adalah villager trading hall. Karena tujuanku selanjutnya adalah untuk menghidupkan villager untuk mengisi tempat-tempat ini dan aku bisa melakukan trading dengan mereka. Dan untuk selanjutnya bangunan yang terakhir yang sudah pasti adalah rumahku sebagai tempat kerja, tempat untuk beristirahat dan juga tempat untuk menyimpan barang-barangku. So, karena untuk selanjutnya tujuanku adalah untuk menghidupkan villager, maka dari itu aku membutuhkan sebuah bangunan yang bisa menciptakan mob yang sangat banyak dalam satu tempat. Yang sudah pasti adalah mob XP farm. Maka dari itu, pertama-tama aku pun mengumpulkan batu lagi karena stok yang aku punya sudah tinggal sedikit. Dan by the way, aku lupa kalau aku kedatangan Wondering trader lagi yang di mana dia menjual sugar cane. Untung aja aku masih memiliki satu emerald, jadi aku masih bisa membeli satu biji. Nah, karena bahan-bahan yang k butuhkan sudah lengkap, aku pun langsung menjauh dari pulau. Karena aku enggak mau membuat mob XP farm-nya di dekat pulau. Karena bentuk mob x farm yang sangat busuk, jadi aku tidak mau merusak keestetikan dari pulauku. Nah, setelah cukup jauh aku langsung menyelam dan memasang blok di atas kelop yang kupasang sampai ke permukaan air untuk membuat sebuah pijakan. Nah, karena pijakannya sudah jadi, aku akan meninggikannya lagi setinggi 124 blok untuk menjauh dari permukaan air. Lalu setelah sampai di atas, aku langsung membuat sebuah platform yang sangat luas untuk membuat mob XP farm-nya di sini. Nah, alasanku membuat map XP farm setinggi ini adalah untuk meningkatkan spawn rate-nya agar berkumpul di satu titik saja. Nah, setelah platformnya selesai, tidak lupa aku membuat sebuah infinite water yang di mana airnya k gunakan untuk membuat jalan menuju ke atas sini. Dan selanjutnya aku pun menghancurkan blok tinggi ini karena sudah tidak berguna lagi dan bloknya bisa kupergunakan untuk nantinya membuat mob x farm. Dan saat menggali ke bawah, aku cukup kaget karena menemukan ayam di lautan. Wadapak, kok ada ayam, Guys? Ini sebuah alomani apa ini? Aneh betul. Alright, alright, alright. Kok bisa ada ayam? Aneh betet. Suatu keajaiban dunia Minecraft ini. Alright, alright, alright. Kamu di sini aja. Nah, oke. Biar kamu enggak hilang. Let’s go, balik ke atas lagi. Nah, lanjut lagi membuat mop farm-nya yang ku awali dengan memasang chest. Lalu setelah itu membuat hopper dengan menggunakan iron tersisa yang aku punya. Dan beruntungnya iron yang aku punya benar-benar pas-pasan. Dan setelah itu langsung saja aku pasang di atas chest. Dan tidak lupa memasang cobblestone slap. Dan setelah itu lanjut ke tahap yang terakhir. Nah, mob XV farm-nya sudah jadi. Dan untuk selanjutnya aku tinggal menunggu para mob-nya berjatuhan ke sini. Dan aku juga menyiapkan dua perahu untuk menjebak zombai villagernya di sini. Alright, mana zombai Villager? Kok belum keluar-keluar ini? Hmm, lah kok lama ini? Woi, woi. Hah, akhirnya ada zombai villagernya, coy. Let’s go. Kita tutup dulu bagian atasnya. Kita tutup dulu supaya gak ada yang berjatuhan lagi karena berbahayo. Eh, dudul dah bungul. Nah, ini baru benar, coy. Let’s go, go, let’s go, let’s go, let’s go. Kita bunuh dulu. Nah, ini dia. Jangan ganggu aku. Aduh. Waduh. Nah, let’s go. Oke, buka ini. Come on, Panjul. Panjul. Oke, look. Let’s go. Ah, tinggal nunggu satu lagi. Wuhu. Kita tutup. Eh, ada lagi. Oh, mantap. Let’s go. Tutup lagi kalau gitu. Alright. Let’s go. Gerker. Ayo. Feb. Feb. Feb. Nah. Alright. Alright. Nice. Akhirnya aku berhasil mendapatkan dua zombai Villager. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku masih kekurangan satu bahan yaitu golden apple. Oleh karena itu, aku pun langsung kembali ke Nether lagi untuk mencari Bastion Remnan karena kalau beruntung aku bisa mendapatkan golden apple di sana. Dan singkat cerita, akhirnya aku sampai di Bastion Remnan yang pertama dan aku berada di sini tanpa hambatan sama sekali. Karena semua babi bungul yang mengganggu bisa aku libas dengan mudah. Tapi sayangnya aku tidak berhasil mendapatkan Golden Apple satu pun dari Bastion Remnan ini. Sehingga aku pun memutuskan untuk melanjutkan perjalananku lagi untuk mencari Bastion Remnan berikutnya. Dan di perjalanan aku malah menemukan sesuatu yang menarik. Wah, what the hell? Kck it up. Kck it up. What’s up? Mamen, ada drive, guys. Wuhu. Baru kali ini aku dapat. Yha, langsung aja kita ambil, coy. Itu dia. Let’s go. Huhu. Wuhu. Dr gas lagi. Yhi. Mantap betul, coy. Alright. W. We we. Asik, ada Bastion Remnan lagi, coy. Nice. Akhirnya aku berhasil masuk ke Bastion Remnan yang kedua. Dan sama seperti sebelumnya, tak ada hambatan yang bisa menyusahkanku untuk mengambil lootingan yang sangat lezat dan bergiji ini. Huh, kayalah saya Ichibos. Huh, gold-nya banyak. Uhuh. Huh. Nice. Alright. Uh. Alright. Diamond helmet lumayan diamond sword lagi. Nice block of iron smitting template. Tapi masih belum ada golden apple. Mantap. Wait wait wait. Dirum dulu sini. Uhuh. Nice. Fortune 3 lagi. Oh my god. Mantap kali lah. Si bangul nyangkut. Si bangul nyangkut. Si bangul. Si bangul. Si babi bungul. Alright. Uh. Mantap, Nyo. Uh, mending, coy. Alright, alright, alright. Nice bener dah. Oh, ini yang terakhir. Ini yang terakhir. Please. Oh my God, akhirnya coy. Let’s go. Hihi, dapat shovel juga. Nice banget. Alright, tinggal satu lagi. Nah, singkat cerita setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya aku sampai di Bastion Remnan yang ketiga. Dan untuk isi petinya sangatlah tidak menarik karena yang menarik hanyalah tupukan gold yang ada di sini dan juga kamu yang selalu menemaniku di saat sepi. Anjay, mabar selebew. Nah, sampailah aku di basion remnan yang keempat. Dan tidak sama seperti yang sebelum-sebelumnya karena di sini aku mengalami kesulitan. Oh my God. Oh my God. Oh my God. Coba law, coba lawan. Oh my god. Gak bisa, gak bisa. Tolong mati. Oh my god. Selamat nyaris mati. Alright, alright, alright. Kita langsung incar yang sini saja. Hop, h. Alright, alright, alright. Oke, oke, oke. Nice. Huh, gila coy. Bangulnya pada ngumpul. Edun. Alright, itu dia. Uh. Oke oke oke oke oke. Hantem dulu yang lagi. Mm. Lagi. Eh, eh, ngapain ke sini kau? Oke, alright alright. Nice. Huhu. Alright. Masih belum ada. Let’s go. Kita kembali ke sini. Oke. Oke. Oke. Oke. Aman kah? Amanah? Sudah. Oke. Aman. Wuhu. Alright. Akhirnya. Let’s go. Wuhu. Nah, setelah berhasil mendapatkan dua buah Golden Apple, aku pun langsung membuat ramuan splash Potion of weakness yang akan aku berikan kepada dua zombai villagerku. Nah, ini untuk Arya. Alright, ini untuk Febrianto. Let’s go. Ini Febrianto. Ini Arya. Mantap. Lanjut kita leveling aja di sini sambil nungguinnya, coy. Alright, akhirnya Febrianto dan Arya sudah sembuh. Oke. Oke, kita pindahkan aja ke sini bersama. Nah, let’s go. Wuhu. Saatnya kita mau pulang. Let’s go. Anjay, malah jogetin dia. Nehi. Nah, setelah aku berhasil menyembuhkannya, Arya dan Febrianto langsung aku masukkan ke dalam ruangannya untuk nantinya aku kembang biakkan. Nah, setelah itu aku berencana untuk membuat ladang kecil-kecilan. Tapi sebelum itu, aku harus mengubah mouse block-nya terlebih dahulu dan merubahnya menjadi roted dirt. Dengan cara seperti ini, aku tinggal menumbuhkan sampling pohon Azalea. Setelah itu langsung menebangnya sehingga tanahnya langsung berubah menjadi roted dirt. Selanjutnya tinggal aku kupas dengan cangkul dan seketika langsung berubah menjadi dirt sehingga aku bisa menanaminya dengan wortle dan aku langsung tumbuhkan dengan cepat dan mengambilnya dengan pickaxe fortune 3 sehingga hasilnya jadi lebih banyak. Untuk itu aku ulangi hal yang sama dengan cara menanamnya, menumbuhkannya, lalu mengambilnya lagi dengan PX fortune 3 dan hasilnya kuberikan kepada Arya dan juga Febrianto agar pabrik mesinnya siap berjalan. Oi, oi, oi, oi, ei, ei. He eh. Ye. Heh. Heh. Hei. Kok ada petir-petir. Waduh, gagal maning, coy. Waduh, waduh, waduh. Oke, kita coba ganti ini. Kita coba ganti ini. Coba terus tutup di sini. Terus ini dibuka. kayaknya gagal gara-gara ini deh. Alright, alright, alright. Ah, kan beneran. Yes, akhirnya berhasil, cuy. Let’s go. Wuhu, akhirnya dapat satu. Kita sebut saja ini si Rizky. Let’s go. Kita tutup. Tutup lagi. Nah, urusan villager sudah bisa teratasi. Tapi biar lebih cepat, aku harus membuat ladang yang lebih besar lagi agar menghasilkan panen yang lebih banyak lagi. Untuk itu, aku harus memperluas wilayahku lagi. Tapi aku tidak mau menggunakan cara yang seperti sebelumnya karena terlalu ribet dan lama banget prosesnya. Maka dari itu, aku akan mencoba cara yang kedua. Namun untuk cara yang ini aku membutuhkan dirt. Maka dari itu aku pun mengambil potol yang dihasilkan dari spur sampling yang ketika aku ambil akan merubah menjadi dirt. Setelah itu dirt yang sudah terkumpul langsung saja aku gabungkan dengan gravel agar berubah menjadi quar dirt dan tentunya jadi berlipat ganda. Dan cara inilah yang akan k gunakan untuk memperluas wilayahku. Maka dari itu, aku pun kembali ke Nether lagi untuk mengumpulkan gravel lagi sebanyak-banyaknya. Lalu setelah gravel terkumpul, aku langsung menyusun quest dirt yang sudah berhasil aku buat dan dengan shovel aku berubahnya menjadi dirt pad. Setelah itu tinggal aku ambil lagi agar berubah menjadi dirt. Dan setelah itu tinggal ku gabungkan lagi dengan gravel agar hasilnya menjadi semakin berlipat ganda. Dan hal ini lakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang kali sampai akhirnya aku berhasil memenuhi peti ini dengan dirt yang sangat banyak. Dan untuk selanjutnya, saatnya untuk Dunbok kuli beraksi lagi. Alright, lahan pertaniannya sudah selesai. Jadi sekarang aku sudah tidak perlu khawatir lagi untuk kehabisan bahan makanan karena lahan pertanianku sangatlah luas. Dan by the way, selama proses pembangunan aku juga menyempatkan diriku untuk memindahkan para villager-villager yang baru lahir ke dalam ruangan yang sudah aku sediakan dan beberapa villager juga sudah pada besar. Oleh karena itu, langsung saja kuberikan pekerjaan dan di bagian atas akan aku penuhi dengan para villager fletcher. Wei Jamal, Jamal, Jamal, mau ke mana kamu, Jamal? Eh, Jabal Gedek, jangan lari, Jambal Gedek. Kamu harus di sini, Jambal Gedek. Nah, alright. Nah, beberapa villager yang sudah berhasil aku pekerjakan langsung aku ajak bertransaksi untuk menaikkan levelnya. Karena dengan menaikin levelnya, aku bisa menukarkan barang-barang yang lebih mantap lagi dan barang tersebut adalah string. Dengan begitu, aku bisa mendapatkan emerald lebih banyak lagi. Maka dari itu selanjutnya aku pun langsung mengaktifkan string farm-nya. Karena aku sudah memiliki iron yang banyak, jadi aku bisa membuat hopper untuk mengaktifkan string farm ini. Alright, alright, alright. Sini dulu. Let’s go. Ei, ei. Kok susah sekali ini. Hancur lah. Loh, malah nyala. Harusnya tuh enggak begini. Buset dah. Ya udah gak apa-apa dah, yang penting nyala. Nah, alright. Huhu, mantap. Nah, setelah string farm-nya sudah aktif, aku pun kembali lagi ke sini untuk menaikkan level dari villager-villager lainnya sambil menunggu sampai stringnya sudah terkumpul banyak. Dan saat kembali ke sini, aku cukup kaget dengan hasilnya karena jadinya tidak terlalu banyak dan FPS-ku jadi nge-edrop banget karena ternyata stringnya terkumpul di sini dan tidak masuk ke dalam hopper semuanya. Dan saat ini aku masih belum tahu kesalahanku di mana. Jadi setelah mengambil stringnya, aku langsung mengajak para villager untuk bertukar lagi agar aku bisa mendapatkan emeral yang lebih banyak lagi. Yang di mana hasilnya kakan untuk menaikkan level para villager-villager ini. Yang kumulai dengan villager armorer. Karena sampai saat ini armorku masih busuk banget. Jadi inilah tujuan utamaku sekarang, yaitu membeli full set Armor diamond yang ternyata enchanement-nya benar-benar GG banget. Dengan harga semurah ini, aku bisa mendapatkan enchanement yang lumayan bagus. Nah, setelah armor, lanjut lagi ke villager yang satu ini. Karena selain armor, aku juga membutuhkan peralatan diamond yang bisa dibeli agar aku bisa menghemat diamondku. Tapi yang jadi masalah di sini untuk menaikkan levelnya lagi, aku membutuhkan iron. Nah, berhubung ironku juga sangat tipis, jadi aku tidak bisa menaikkan levelnya lagi. Maka dari itu, aku akan mengurusnya nanti dan mengurus yang satu ini karena membuat FPS-ku jadi drop. Alright. Ini kenapa ini hasilnya juga semblehoi begini? Mmm. Astaga. Ya ampun. Ini dia masalahnya, coy. Ini dia masalahnya, coy. Harusnya enggak di sini. Oh my godness. Kenapa aku bungul sekali? Aduh, sesuai nama Dun Bongul. Dun Bongul, Dun Bongul, bungul lah. Ikam ini. Bungul. Bungul. Dun bongul. Dun bongul. Nah, harus tu di sini Dun Bong. Alah, Mak. Oh my godness. Nah, ini kan aman. Let’s go. Akhirnya permasalahan perbenangan sudah selesai dan aku pun lanjut untuk melakukan transaksi lagi karena emeraldku sudah habis. Dan karena semua villager-villager ini sudah pada besar, jadi aku bisa melakukan transaksi lebih banyak lagi dan menghasilkan emerald yang sangat banyak. Walaupun semakin lama harganya jadi semakin naik. Weh, anjay. Wih, buset harganya jadi naik, coy. Eh, Le. Ini ngapa semuanya pada begini nih? Wah, pada mau naik haji ini. Wei, woi, ini mal banget, woi. Woi, ngarut. Untung aja ini unlimited. Alright, biasanya 13 14 ini 35 dong sebelah sini. Oh my godness. Sama juga. Oh, memang ini kerja sama semuanya. Parah. Parah. Bosnya dikerjain. Oh my god. Ini juga sama aja. Huh. Eh, ini masih baik nih. Tapi dia udah gak jualan, Mapaka. Parah, men. Untung aja udah banyak nih. Let’s go. Kita langsung tukarkan aja, cuy. Setelah mendapatkan emerald yang sangat banyak dari para Pak Haji, aku pun langsung membuat sebuah lectur yang akan aku gunakan untuk mempekerjakan villager yang di bawah untuk menjadi villager librarian. Alright. Uh, mantap. Langsung dia ya, coy. Bagus nih. Alright. Aolah, bro. Respiration. Oke. Oke. Belum ada. Oh my God. Mending, coy. Ini baru mantap. No effort. Yap, aku sangat beruntung karena selain mending ada book self juga di sini. Sehingga dengan begitu aku bisa menghancurkannya dan menjadi buku lagi yang bisa kutukarkan dengan buku mending. Selain itu aku juga bisa menggunakannya untuk bertukar lagi menjadi emerald. Dan ketika level villagernya naik sekarang aku sudah bisa membeli kaca dan juga nametag ketika nanti villagernya sudah level maksimal. Nah, setelah itu aku pun membuat villager baru lagi yang disebut villager cleric aka Mbah Dukun. Jadi di sini aku bisa membeli redstone, tapi yang paling penting adalah setelah ini karena aku bisa membeli lapis lazui yang bisa ku gunakan untuk mengenchanement peralatanku. Dan setelah itu aku juga mempekerjakan villager batu berharap bisa mendapatkan enderside dari sini karena aku memerlukannya untuk tambahan membuat jalanan. Tapi sepertinya aku kurang beruntung karena di sini ternyata tidak ada yang dia jual. Dan untuk selanjutnya karena aku membutuhkan iron yang sangat banyak, maka dari itu aku akan membuat sebuah iron golem farm di sebelah sini. Jadi langsung saja Dunbo Guli Kalimantan ini beraksi lagi. Let’s go. Nah, bangunannya sudah jadi. Tapi ini masih belum selesai karena aku masih harus memasukkan zombinya ke dalam bangunan tersebut. Alright. He, kebetulan cuy. Untung sudah aku gelapin di situ. Alright. Oke. Come on. Damit. Damit. Come on. Jamet. Jamet ngul. Damit ngul. Alright. Aduh. Sabar dulu jamet ngul. Sabar dulu jamet ngul. Oh my godness. Ah aduh tabareng. Oke masuk sini. Nah alright alright alright alright alright alright. Nah oke. Dia sudah terjebak. Let’s go. Kita tutup sebelah sini. Right. Sudah aman ke sini gak keluar. Let’s go. Alright, sudah keluar, cuy. Let’s go, let’s go, let’s go, let’s go. Ayo, ayo, ayo. Nah, alright, alright. Itu dia, cuy. Oke, sekarang kita lihat hasilnya. Kita turun ke bawah sini. Oke, mantap. Weh, ternyata di sini juga ada. Alright, setelah berhasil mendapatkan iron, langsung saja aku gunakan untuk membuat sebuah unfil yang langsung k gunakan untuk memberi nama nametag yang aku beli dari villager librarian yang setelah itu langsung kuberikan kepada Jamet agar dia tidak menghilang. Dan singkat cerita, setelah AFK di sini selama 1 jam, inilah iron ingot yang berhasil aku dapatkan sehingga sekarang aku bisa mempergunakannya untuk menjadikannya alat tukar. sehingga sekarang aku sudah bisa membeli peralatan diamond. Alright, armor dan juga peralatan yang bagus sudah berhasil aku dapatkan. Dan selanjutnya saatnya untuk memperkuatnya. Jadi, pertama-tama akan aku buat ruangan ini menjadi sebuah enchanting room. Dengan bahan-bahan yang sudah aku persiapkan, aku pun langsung menyusun book self-nya. Dan setelah itu, langsung saja kupergunakan enchanting room ini untuk memperkuat semua peralatanku. Walaupun ada beberapa peralatan yang masih belum sempurna, namun ini semua sudah lebih dari cukup. Oleh karena itu, aku langsung saja mengupgrade armorku dengan menggunakan netri ingot yang berhasil aku kumpulkan. Dan sekarang aku sudah lebih kuat daripada sebelumnya. Untuk itu akan kupergunakan kekuatanku ini untuk berpetualang di Nether lagi. Tapi sebelum itu aku penasaran dengan yang satu ini. Alright, ini dia. Let’s go. Eh, w Spider-Man di sini. Sana. Kembali ke Marvel Universe. Oke, kita jadi tunggu aja, cuy. Nah, dia sudah mulai-mulai. Kita tutup aja, dah biar kagak nyebar. Nih, sepertinya mengganggu sekali. kita tutup dulu. Nah, alright. Terus kita bikin helmnya dulu. Ini. Ini. Nice. Itu dia. Uhu. Wuh. Sudah jadi juga. Asik. Bisakah kita langsung naik? Oh my god. Oh my god. Eh. Eh, kok gak bisa? Kok gak bisa, cuy? Yah, kok kagak bisa ya? Gimana cara naikinnya, cuy? Ada yang tahu? Coba tulis di kolom komentar, ya, cuy. Nah, sebelum kembali ke Nether, aku pun memutuskan untuk menaikkan level Arya terlebih dahulu agar aku bisa mendapatkan apel dan juga golden carrot. Dan apel yang barusan aku beli dari Arial langsung aku ubah menjadi golden apple. Karena gold yang aku punya sangat banyak, jadi mubazir kalau aku gak gunain. Jadi, karena semua persiapan sudah lengkap, saatnya untuk kembali ke Nether. Dan singkat cerita, akhirnya aku sampai di Nether dan tujuanku adalah untuk pergi ke fortress untuk berburu wither skeleton. Aku berencana untuk menghidupkan Werter karena aku tidak bisa pergi ke the end. Maka dari itu inilah alternatif bos lain yang bisa aku kalahkan. Tapi setelah berkeliling fortress ini, tak banyak witer skeleton yang berhasil aku temukan. Untuk itu, aku berpindah ke fortress lainnya. Akan tetapi tetap sama juga. Anakku, Cay, tetap sepi juga. Buset dah. Jadi aku pun memasuki fortresnya lagi dan di sini akhirnya aku berhasil menemukan banyak witer skeleton yang berkeliaran. Wis sekali serang aja dong. Wis GG sekali ini pedang Smite. Alright. Huh. Alright. Lagi sini kau. Alright. Wuhu. Uh. Banyak cuy. Mantap betul. Let’s go. Nah, gini dong. Banyak kui seali lagi kui. Alright, alet alright. Sini, sini, sini, ku. Uh, akhirnya. Let’s go. Oke, let’s go. Let’s go. Dapat satu. Wuhu. Wop. Wop. Uh. Dapat lagi. Hi. Lah, udah tiga ternyata. Oke, let’s go. Mumpung masih ada. Alright, alright. Alright. Wih, alright. Nice. Let’s go. Masih banyak. Hihi. Ihi. E e et e et. Pr itw. Eh, kok bisa gitu? Kok bisa kepalanya gak merah? What the heck? Aneh. Oke, nice. Alright. Masih banyak. Apakah aku akan dapat lagi? Wih, gila banyak banget di sini. Weh, weh, weh. Nah, habiskah? Oke, sudah habis. Alright, akhirnya setelah Wer Status School sudah terkumpul, aku langsung mencari tempat yang bagus untuk menghidupkan Wter. Namun, terdapat satu hal yang aku lupakan karena aku tidak memiliki bow untuk menyerang witernya dari jarak jauh. Dan hal tersebut membuatku sangat kesulitan. Astaga, aku lupa. Aku gak punya wall. Oh my god. Ah, terpaksa terpaksa terpaksa terpaksa pakai cara ini. Oke oke oke oke oke. Oh my God. Tunggu bungul sekali ulud ini. Aduh. Maju sini kau. Maju maju maju. Ah kena juga. Mantap mantap. Alright. Alright. Terbangkan aku. Aduh duuh. Isi lagi, isi lagi. Oke, oke, oke. Kayaknya bisa nih pakai bobe dia. Ah, oke, let’s go, let’s go. Lagi, lagi, lagi, lagi. Ayolah, ayolah, ayolah. Terbangkan aku lagi. Ah, aku punya banyak golden apple. Oke, terbangkan aku lagi, Ferguso. Ayo, tulang kering, tebangkan aku. Aduh, gak kena-kena. Aduh, Bumulan tolong. Oh, turunlah. Good job. Oke, oke, oke. Kena kena kena, kena kena. Yes, yes, yes, yes. Oke, alright, alright, alright. Dia udah turun. Ah, ini dia, ini dia. Aduh duh, aduh duh. Eh, sabar, Bang. Aduh, pakai acara jatuh lagi. Ya Allah, mungul sekali aku ini. Aduh duh. Aduh duuh. Jangan sampai dia ngisi darah lagi. Alright, alright, alright. Dikit lagi, dikit lagi, dikit lagi. Aduh, please lah, please lah. Jangan di sini nanti jatuh. Aduh, aduh, aduh, aduh. Gak bisa sudah ini. Gak bisa ini. Aduh, gak bisa gerak aku. Tolong, tolong, tolong, tolong, tolong. Saya tidak bisa bergerak. Tolong saya. Saya tersiksa di sini. Demi apa ini? Cuma demi Nether Star. Ah udahlah lupakan. Hahpret. Yup, akhirnya petualanganku di pulau ini pun selesai juga. Aku sudah berhasil mengubah pulau yang tidak ada apa-apanya ini menjadi sesuatu seperti ini. Sebuah pulau yang sangat layak untuk dihuni dan memiliki semua yang dibutuhkan. So, terima kasih banget buat kalian semua yang sudah nonton video ini dari awal sampai habis. Kalian memang sangat luar biasa. Dan jangan lupa untuk bantu like video ini dan tembusin sampai 10.000 like biar aku semakin semangat untuk upload videonya setiap minggunya. Dan sampai jumpa lagi di video selanjutnya. Bye bye.
100 Hari di Minecraft Hardcore Bedrock Island
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
yang baca deskripsi video ini kamu luar biasa!!!! gabutnya
⭐Join Discord: https://discord.gg/tRdDmEfnrf
⭐ Instagram : https://www.instagram.com/dun_bo18/
music :
https://www.epidemicsound.com
shader yang kugunakan :
https://www.curseforge.com/minecraft/customization/complementary-shaders
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
INTRO SONG BY JAMIE BERRY – DELIGHT :
AUTRO SONG BY TRIAL & EROR – 1 2 3 4 :
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
#minecraft #100hariminecraft #dunbocraft
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
DUNBO FAMILY
MINECRAFT DUNBO FAMILY
MINECRAFT INDONESIA
MINECRAFT SURVIVAL INDONESIA
MINECRAFT SURVIVAL
MINECRAFT HARDCORE HUTAN BAMBU
HARDCORE BEDROCK ISLAND
MINECRAFT BEDROCK ISLAND
20 Comments
Yooooo ges sini absen yg ngaku ganteng dan juga cantik
to
yang ditunggu sudah upload
Di badrock bunuh ikan dapat tulang
Telat 1 jam gk ngaruh
Pakai sedel bang
Bg upload yg lebih absurd bg
Semangat bang ❤
Sori bg yang namanya kasih itu namanya yang benar itu kaishi
Abamg jago kali main minecraft, pulau bedrock bisa buat pulau besar
Hai dunbo craf lezat dan bergizi kah😂😂😂😂😂😂
Hadir bang
Bg kayanya suara lu pas main kok beda
bang happy gast nya kasih snow buat makan nya kalo ga salah 😅😅
Maaf bang gua telat
Nah ini ni pas bgt lagi makan
sumpah dari sekian banyaknya channel tentang minicraft, paling nyman nontonnya disini
semangattt bang👏
P
Besari 51:20 51:20 51:20 51:20 51:21
spil cemilan/makan sama ap bro 🗿