100 Hari Minecraft Pulau Jungle PARASITE Hardcore
Beberapa hari yang lalu, sebuah institusi pesawat luar angkasa mendeteksi anomali di sebuah pulau terpencil. Dan mereka menugaskan aku dan Kapten Dendy untuk menyelidiki anomali yang ada di pulau ini. Selain itu, di pulau ini juga terdapat terowongan bawah tanah yang sangat panjang. Dan menurut laporannya, terowongan itu adalah sumber dari munculnya anomali dan parasit. Salah satunya adalah parasit yang satu ini. Ya, kelihatannya seperti villager tapi tampaknya dia tidak sehat sih. Dan sepertinya dia memang terkena parasit. Jadi, aku dan Kapten Dendy harus lebih berhati-hati karena kita tidak mau menjadi seperti mereka. Maju terus, Den. Hujannya sepertinya semakin lebat, Wi, Kapten. Hei, apa, Den? Di depan ada pulau, Kapten. Mana? Itu itu di sana. Wuh. Oke. Oke. Kita harus ke sana, Den. Hujannya semakin lebat. Oke, let’s go. Ah, akhirnya. Oke, let’s go. Rahmat turun, Rahmat. Woi, Mat, cepat turun, Mat. Hah, akhirnya kita ketemu pulau. Setelah seharian tawuran sama badai, aku pun sama Kapten Dendy bertemu sama suatu pulau dan kami pun berinisiatif untuk keliling jalan-jalan di sekitar pulau ini. Wait a minute, sepertinya ada sesuatu di situ. Wih, seperti ada tulisan. Den, Den, Wi. Aku menemukan sesuatu, Den. Apa kamu Den? Sepertinya ada tulisan di sini, Den. Jungle Island, Den. Jungle Island. Ternyata ini pulau jungle, Den. Pantasan ada pohon segede gaban di atas sana, Den. Iya, Kapten. Wah. Ahh. Oke. Oke, Den. Let’s go. Kita lanjut. Sepertinya di sana pemandangannya bagus, Den. Let’s go. Ah, sepertinya ini pulau biasa, Den. Engak ada apa-apanya. Eh, Den, apa? Kapten ada desa, cuy. W. Oh, iya. Wih, wei. Kita selamat, Kapten. Den, aku udah lapar, Den. Kita harus cari makan di sana, Ten. Cepat, Den. Ben. Ayo. Ao. Oo. Ayo, Mat. Assalamualaikum. Ada orang di sini. Woi, kapten kapten. Eh, apa, Den? Sepertinya nih ada yang masak nih. Hidup nih. Mana Den itu. Oh iya. Oh berarti di sini ada penduduknya ya. Harusnya sih iya sih Kapten. Bentar bentar bentar. Oh my godness stick dan tapi ini punya orang Den. BTB ini punya siapa ya? Tahu tapi sepi. Kapten. Sepi coy. Ini seperti pulau kota mati ya. Makanya itu kapten. Waduh ini enggak ada orangnya lagi. Berarti enggak ada salahnya kita ngambil ini den bagi dua den. Stik, Den. Iya benar. Stick gratis, Den. Daripada gosong kan. Iya. Masuk neraka bareng, Den. Mencuri kita, Den. Aduh. Excuse me. Asalamualaikum. Gak ada orang, Den. Weh, kapten kapten. Eh, apa, Den? Ada golem, tapi kok golemnya kayak gitu ya? Mana woi? Itu. Woi, wei. Itu iron gua l pakaien. Iya, Kapten. Eh, dia kenapa coy? Tahu ya. Woi, makluk apa ini, Den? W anjir. Permisi, Om. Woi, sakit, sakit den. Itu makhluk apa, Den? Lari, kamen. Dia gak bisa lewat. Dia gak bisa lewat tuh. Wih, itu makhluk apa, Den? Dia, dia bisa lewat, kabur, Den. Kabur, Den. Aduh, R, eh, Rok bodo amat dah. Hei, sakit, Den. Naik, naik, naik, naik ke atas gunung, atas gunung, atas gunung. Ri kapten, kapten. Naik dan naik dan eh denat den salah dan dan cep cep cepen. Iyaaruh. Sepertinya sepertinya dia gak bisa naik den tuh. Iya. Oh iya oh my god. Itu manuk apa den? Gak tahu sepertinya dentinya desa ini sudah terinfeksi. Ya bisa jadi sih. Sepertinya sudah terjadi sesuatu di sini Den. Hah. Sepertinya satu-satunya tempat yang aman di atas gunung ini. Hah. Oke, Den. Untuk sementara waktu kita tinggal di sini. Malam hari pun tiba. Aku sama Kapten Dendy berinisiatif untuk membuat rumah pohon. Kami pun mengumpulkan beberapa kayu-kayuan dan membuat kayu plank dan juga membuat crafting table. Aku pun sama Kapten Dendy langsung membuat rumah pohon dengan bahan-bahan seadanya. Dan akhirnya rumah pohonnya sudah jadi. Akan tetapi ini hari masih malam dan kebetulan aku sama Kapten Dendy tidak membawa kasur dan akhirnya kami begadang semalaman. Hah, sepertinya kita harus ngambil makanan dan juga kasur di desa itu. Den, ayo, Den. Di hari kedua ini aku manfaatkan waktu untuk mengambil beberapa wortel dan juga kasur yang ada di desa ini. Oke, kita ambil kasur. Akhirnya kita bisa tidur nanti malam. I ada chest, uh, pumpkin. Let’s go. Kita bisa nanam pumpkin nanti. Setelah mengambil wortle dan juga kasur, aku pun otw pergi ke sekitar lereng gunung untuk mengambil beberapa bebatuan. Karena dengan bebatuan ini aku bisa membuat kompor, senjata, maupun peralatan lainnya yang kita butuhkan. Oke, peralatannya udah lengkap. Woi, kapten, kapten. Woi, apa, Den? Sini, sini. Kamu mana, D? Di bawah, di bawah, di bawah. Di bawah? Iya, di bawah. Mana kamu? Oh, apa, Den? Ada apa? Aku melihat sesuatu, Kapten. Apa, Den? Ada apa, Den? Itu di sana. Tidak jauh dari rumah pohonku, Dendy menemukan sesuatu. Ada tenda panah berwarna merah yang sepertinya menunjukkan kita ke sesuatu tempat. Wih, sepertinya ada tanda panah lagi di sini. Hah. Oke, sepertinya kita harus ke sana. Oke, Den. Let’s go. Kita ke sana, Den. Rel kereta, Kapten. Heh, iya ini kayak rel kereta gitu. Ini kayak stasiun, Den. Tuh kan, sepertinya ini ada jalan di sana, Den. Mau, mau, mau masuk, Kapten. Tapi ini udah mau malam, Den. Aku gak mau ketemu makhluk yang kemarin itu, Den. Ini bisa jadi dibawa rumahnya makhluk yang kemarin itu, Den. Iya, Kapten. Mungkin lebih banyak, Kapten. Makanya itu. Jadi, kita lebih baik tidur dulu, Den. Gimana kalau besok pagi aja, Den. Iya, iya. Lebih lebih besok aja. Besok aja. Oke, besok aja ya. Let’s go. Besok ya? Besok. Tapi aku penasaran, Den. Den, bentar, Den. Oh, kenapa tuh? Kan aku bilang apa, Den? Kan. Aduh, kapten apa itu, Kapten? Apa itu, kapten? Apa itu, Den? Woi, woi. Eh, Mat, Mat Rahmat lari. Aduh, pulang pulang pulang pulang. Allahu akbar. Allahu akbar. Awas itu apa tu, Den? Pulang pulang pulang pulang pulang pulang pulang pulang. Aku mau mati, Den. Karena aku bilang, Kapten. Besok, Kapten. Besok aja, Den. Aduh. Den, Den, Den, Den, Den. Dia terus ngejar kita kah? Oh, enggak enggak. Udah, udah. Gak, udah, udah. Aman aman, aman. Pulang, pulang, Den. Pulang, Den. Kita harus bobok dulu, Den. Let’s go. Di hari ketiga sampai 5 ini, aku pun sama Kapten Dendy otw pergi ke tempat maning yang sudah kita bikin di lereng bawah gunung ini. Aku mencari banyak bijiers besi dan juga bijiers kopi supaya kita bisa membuat armor iron. Wih, sini. Udah mau malam, Den. Kita harus cepat pulang. Apa, Den? Apa, Den? I, itu tuh, itu tuh ada lagi di sana. Itu yang kemarin, Den. Iya. Ih, siapin pedang, Den. Tapi kita harus eh Den, ada dua, Den. Hah? Dua apa itu, Coy? Heh. Heh, itu villager. Kejar, kejar, kejar. Kabur, kabur, kabur. Dia kejar, dia ngejar, Den. Den, dia kejar, Den. Nah, ini kita bakal aman di sini, Den. Ayo kau kalau bisa naik sini. Ayo, Den. Sini, Den. Sini. Kalau bisa naik kau, kau gak akan bisa. Eh, eh, bisa, Kapten. Bisa naik, Den. Den, dan, dan. Serius, serius Den, serius Den. Kita harus kabur cepat kap dia cepat kapten Den, Den, Den, dan den tutup tutup tutup tutup tutup. Tutup tutup. Pakai apa Kapten? Bedak bedak bedak bedak. Ah lah itu. Uh hampir saja hampir saja. Oke Den. Tapi sebelum itu kita bunuh dulu Den. Hah? Mau dibunuh dulu bunuh dulu bunuh dulu bunuh dulu. Yah. Hei awas Den. Itu uh tutup tutup tutup tutup. Nice, nice. Oke, oke, oke, oke. Alangkah baiknya kita harus tidur dulu sekarang, Den. Let’s go. Di hari keenam ini, aku pun lanjut untuk memasak semua bijiers ironnya supaya menjadi iron ingot. Aku pun langsung ambil semuanya dan aku pun lanjut untuk membuat armor, senjata, maupun tools yang terbuat dari iron ini supaya kita bisa lebih kuat. Selain itu, kali ini aku berinisiatif untuk membuat pertanian di atas pohon supaya nantinya kita tidak perlu capek-capek turun dan tawuran sama parasit untuk mendapatkan makanan. Oke, waktunya panen Den. Let’s go. Wuh, akhirnya kita bisa makan sepuasnya di sini. Den, jangan lupa untuk tanam lagi. Di hari ke-11 sampai 15 ini aku sama Kapten Dendy sementara akan meninggalkan Rahmat di rumah pohon. Karena aku sama Kapten Dendy akan mencoba untuk menelusuri terowongan yang kemarin kita temukan. Oke, let’s go, Den. Wah, ini sepertinya terowongannya enggak keur. Oke, di sini ada tanda panah, Den. Let’s go, kita turun ke bawah, Den. Oh my God, dalam banget. Siap. Apa itu? Eh, hik. Apa ini? Tikus Den. Tikus tapi gak ada kakinya, Den. Ini tikus apa, Den? Tikus. Ah, sudahlah. Woi, Kapten. Apa, Den? Ada panah lagi nih. Mana? Oh my godness. Iya, Den. Sepertinya panah-panah ini menunjukkan ke suatu tempat, Den. Iya, sepertinya, Kapten. Iya. Eh, itu apa, D? Itu ada kok. Ada lampu-lampu, Den. Oh, iya. Rusak, Kapten. Ini lampu ini stasiun, Den. Iya, Kapten. Ini terbengkalai sepertinya, Kapten. Oh my godness. Hei hei kok ada tulang ikan, Gen. Eh, eh, bukan ikan. Ini apa ini? Gajah. Gajah. Ini siapa dia, ya? Hah, horor banget di sini. Oke, di sini ada chest. E, what is this, man? Wih, pistol Den. Kita dapat pistol, Den. Weh. Oke. Oke, kita bisa menggunakan ini, Den. Let’s go. Oke. Sepertinya ini ada perempatan, ya. Kita harus lewat mana ini? Di kanan apa kiri apa lurus, ya? Oh, wait a minute, Den. Hah? Ini apa, Den? Waduh. Ini sepertinya dalangnya di sini, Kapten. Ini sekte apa ini, Den? Ini kok stasiun mengerikan ya, Den? Ya bisa sehoror ini, Den. Eh, ada ada box, Den. Coba cek, Den. Ada apa ini? Wih, pistol lagi, Den. Ah, punyaku, punyaku, Kapten. Punyaku. Kamu, kamu, kamu. Aku udah punya. Aku udah punya. Ambil, ambil, ambil. Hah. Oke, oke. Kita harus masuk ke terowongan yang mana dulu, ya? Ee kanan atau kiri? Kiri dulu deh. Oke, let’s go. Pertama-tama kita bikin main ket. Oke, let’s go, Den, berangkat. E, an. Oke. Eh, loh, kok berhenti, Den? Gak ada. Enggak ada lagi. Hah? Relnya gak ada lagi. Eh, kamu kok berhenti di sini, Den? Tidak ada lagi. Rusak, kapten. Uh, rusak ya. Hei, di depan apa, kapten? Wait a minute. Wait a minutes, Den. Kita hampir aja pindah alam, Den. Untung saja, Kapten. Aduh, ini relnya sesat, Den. Kayaknya lain kali kita jangan naik kereta di terowongan ini, Den. Bahaya, Den. Ya udah, Kapten. Kita pulang aja, Kapten. Ayo, let’s go. Oke. Waduh, di sini jalannya sesat. Asli, asli, kamu dengar sesuatu gak? Hah? Iya sih. Eh, apa itu? Suara apa, Den? Heh, Den. Di belakangmu, Ken. Belakangmu. Apa itu? Mana, Den? Hei, mana, Den? Itu, itu, Den. Den, pulang, pulang, pulang, Den. Pulang, Den. Ih, apa itu, Den? Gak tahu kamen. Nice, Den. Kita gak bisa pulang, Den. Hai, kamu lihat tuh dia di belakang tuh itu. Aduh, kita terkepung, Kapten. Heh, mereka kok tambah banyak, Den. Oh, villager, ya. Villager. Oh, awas awas k dan awas dan w dia ngeluarin apa, Den? Aduh gak tahu. Eh, apa tu? Mana, Den? Ini apa den? Tahu, kapten. Oh my godness, Den. Den, kita harus pulang, Den. Pulang pulang, Kapten. Pulang kapten. Pulang pulang pulang pulang pulang sebelum mereka semua datang, Den. Let’s go. Oh oh my god. Rame kapten, rame Den. Awas awas awas kapten. W pulang Den. Pulang Den. Pulang Den. Banyak Den. Pulang K D Huh banyak Den. Banyak Den. Kita harus cepat pulang Den. Tolong Den. Hei. Dia terus ngikutin kita, Den. Naik naik naik naik naik naik. Awas cepat C. Tutup Den. Tutup Den. Tutup, Den. Tutup, Den. Tutup tutup tutup. Nice nice. Huh. Oke, sudah aman Den. Waktunya kita tidur dulu Den. Eh Den, btw, kamu yakin kamu mau ke mana itu? Aku mau pergi dari sini, Kapten. Waduh, kamu yakin, Den, ini kita sudah menemukan jalan rahasia terowongan, Den. Aduh, bahaya, Kapten. Ndak dak di jangan di sini, Kapten. Kamu yakin kamu mau pergi dari sini, Den. Iya, Kapten. Aduh, anjir. Aku sendirian berarti di sini, Den. Bahaya, Kapten. Gak mau mati aku, Kapten. Aduh, kamu yakin itu berarti kamu mau pergi dari sini, Den. Iya. Kita sudah menemukan terowongan. Btw, Den, kamu masa udah menyerah sampai sini, Den. Ee ya kita balik lagi, eh, heh, rahmat rahmatku. He, rahmatku. Kapten, kapten, kapten den. Bantu, Den. Bantu, Den. Rama dikeroyok. Apa itu, Den? Weh, heu, itu apa, Den? Eh, kapten loh, Den, Den. Bantu bantu batu Rahmat. Eh, eh, mana pistol, pistol? Eh, sabar sabar sabar sabar, sabar. Eh, Kapen, Kap. Bentar, bentar, bentar, bentar, bentar. Kita harus nyelamatin Rahmat. Aduh, sepertinya Rahmat mati. Aduh, mati. K. Aduh, sabar sabar sabar kau. Awas sepertinya masih ada di sana. Masih ada, masih ada, masih ada. Awas, awas, Den. Tingkat gua, Den. Ini kau, Den. Uh, satu lagi, Den. Nice. Oh my God, Nuh. Uh, aduh. Rahmat. Rahmatnya mati, Den. Aduh, aduh. Aku udah bilang apa, Den. Aduh, andai saja gak ke sini, Den. Gimana nih, Den? Aduh, gak tahu ini harus balas dendam, Kapten. Kita hancurin pulau ini, Kapten. Oh, iya, Den. Kita memang harus hancurin pulau ini. Tapi sebelum itu, kita harus telusuri dulu goa itu, Den. Ya, awalnya Kapten Dendy mau menyerah, tapi sejak kepergian si Rahmat, akhirnya si Dendy mau balas dendam. Aku pun sama Kapten Dendy melanjutkan untuk menelusuri terowongannya. [Tepuk tangan] Ah, oke. Sepertinya di sini ada chest lagi, Den. Let’s go. W. Uh, ini senjata apa, Den? Oh my godness. Tiba-tiba kita menjadi bocil FF. Let’s go. Di hari ke-17 sampai 20 ini, aku pun sama Kapten Dendy melanjutkan untuk menelusuri jalur-jalur terowongan yang belum pernah kita datangi. [Musik] Setelah berjalan berhari-hari, aku pun sama Kapten Dendy menemukan tempat yang unik. Ini tempat apa, Den? Ih. Oh iya, Kapten. Ini kayak Squid game, Den. Oh iya, Kapten. Kita harus lompat-lompat ini beneran, Den. Eh, kita bisa enggak, ya? Wei, apa? Tapi, tapi ada parasitnya, Den. Itu makhluk apa, Den? Kita siapkan senjata, Den. Let’s go. Ya, ke sana, ya. Oke, let’s go, Den. Duluan, Kapten. Aku duluan, ya. Iyalah. Kamu jangan dorong-dorong, Den. Oke, oke, oke. Kita parkour pelan-pelan, Den. Hati-hati, Den. Hati-hati, Den. Mereka bisa lompat kalau gak salah, Den. Kita harus hati-hati, Den. W. Woi, woi. Hati-hati, Den. Mereka lompat-lompat, Den. Iya, monyet Den. Pelan-pelan, Den. Pelan-pelan, Den. Let’s go, Den. Hup. Nice. Oke. Wah, semakin susah sepertinya di depan. Oke. Awas, Den. Di depan ada lagi, Den. Sabar. Oke, reload dulu. Reload, reload. N aku belum reload, woi. Wah, aku belum siap, coy. Oh my godness. Oh my godness. Makin banyak, Den. Awas, hati-hati. Hati-hati. Oke, kita lompat. Awas, awas. Oh, w wow. Woi, w anjir lah. Woi, Den, awas, Den. Hati-hati, Den. Oke, kita ambil chest-nya dulu. Ini apa isinya nih? Lihat. E, oh my godness. Item macam apa ini? Gak guna. Oke, kita harus langsung lanjut, Den. Let’s go, Den. Pelan-pelan, Den. Sepertinya ini makin susah, Den. Oke, hap. Awas, hati-hati, Den. Kamu yang di bawah, Den. Oke, aku yang ini, Den. Hap. Please, jangan zong, N. E, oke lumayan, lumayan arrow. Oke, oke. Let’s go. Let’s go, Den. Hup, hup. Nice. Satu lagi. Nice. Huh, huh, huh. Hah. Akhirnya kita sampai, Den. Oke. Oke, Den. Kita harus masuk ke dalam. Asalamualaikum. Woi. Wis. Apa itu, Den? Ada lagi, Kapten. Itu makhluk apa, D? Enggak tahu tu. Kayak kayak kalajengking, Kapten. Kalah jengking. Oh iya. Itu apa cuy? Itu anaknya kan? Telurnya kapten telurnya ya? Iya. I gerak-gerak. Tapi Btw dia gak nyerang kita, Den. Tapi tetap hati-hati, Den. Ya. Iya. Iya. Benar, Ben. Tetap hati-hati, Den. Kita reload, jangan lupa. Oh, iya, reload. Oh my godness. H Den, kamu kalau mau melihara, ambil satu, Den. Ah, ma enggak mau, Den. Itu apa, Den? Ih, ih. Oke, let’s go. Kita lanjut, Den. Lanjut ke mana? Wei, loh, ini kok buntu, D? Makanya itu mau lanjut ke mana ini? Kita capek-capek parkour jalannya buntu. Asli, Kapten. Eh, apa itu Kapten? Mana itu? Eh, apa itu? Oh, ada tombol. Ih, sepertinya di sini ada jalan rahasia, Den. Di mana, Ken? Bentar, bentar, bentar. Aku curiga. Ini Gravel. Ada sesuatu di belakang Gravel, Den. Eh, oh iya. Coba ya. Bisa, bisa. Ada pintu ini sebennya, Den. Oke, oke. Kita harus gali, Den. Cepet, Den. Gali, gali, gali, Den. Sepertinya ada pintu di belakang sini. Let’s go. Tuh kan. Uh. Let’s go, Den. Kita harus masuk ke dalam. Let’s go. Oke, kita langsung saja masuk, Den. E, wait a minute. Itu hewan apa, Coy? Itu kayak kelelawar apa singa, woi. Tapi gak nyerang dia. Baik, Den. Oke, sepertinya di sini ada ruangan itu. Oh my godness. Ini ruangan apa, Den? Waduh. Oh. Oh. Oh my godness. Eh, awas nyerang kapten. Dia patung. Oh, patung. Patung, Den. Oh, ini laboratorium gitu kayaknya, Den. Oh, iya sih. Oh my godness, Den. Oh, ini yang kita ketemu temui tadi, Kapten. Iya, kita tadi diserang makhluk ini kan. Iya. Tuh. Oh my godness, Den. Aku curiga. Sepertinya ini laboratorium, Den. Iya sih, sepertinya, Kapten. Iya, sepertinya ini bekas eksperimen gitu. Heeh. Ya, ternyata ruangan ini adalah semacam laboratorium gitu. Ada beberapa makhluk hidup di sini yang sudah diuji coba dan ternyata terinfeksi parasit termasuk hewan kuda yang satu ini. Oke, Den. Kita harus lanjut, Den. Sepertinya di sini ada jalan lagi nih. Oke, sepertinya di sini ada ruangan. Oh, ini ruangan apa, Den? Oh, ini kayak tempat hewan-hewan gitu, ya. Oh my godness. Sepertinya mereka mati di sini, Den. Ha, kasihan banget. Heh, itu apa, Den? Apa? Gajah, Den. Oh, iya Kapten. H Den, belakangmu, Den. Enggak apa, woi. W. Oke, Den. Kita jinakkan dulu, Den. Wolf-nya. Kamu punya tulang gak? Tulang. Oke, oke. Tulang. Tulang. Tulang. Cepatcepat semuanya, Den. Oke, ya. Ternyata masih ada hewan-hewan yang masih hidup di sini seperti wol dan juga gajah yang aku temukan sama Kapten Dendy. Aku pun langsung berinisiatif untuk menyelamatkan hewan-hewan ini karena kelihatannya hewan-hewan ini kelaparan dan tidak terurus. Den, tunggu aku, Den. Oke. Oke. Kita harus cepat keluar dari tempat ini, Den. Let’s go. Oke. Kita ikat dulu di sini. Oke. Kita harus cari cara gimana caranya nyebrang ke sana, Den. Den, kamu punya cobblestone enggak? Oh, ada, ada, Kak, Den. Oke, kita bikin jembatan, Den. Cepat ke sana, Den. Oke, oke, oke. Siap. Oke, aku bawa gajah sama wolf-nya, ya. Oke, let’s go, let’s go. Waduh, sepertinya mereka datang, Den. Yang benar, Kapten. Cepat, cepat, cepat. Itu ada besi di atas semmu, woi. Awas, awas, awas, awas. Ayo, Gaja, cepat. aja. Den, cepat Den, cepat Den, jangan lama-lama, Den. Oke, aku siapin senjatanya, Den. Aman, Den. Aman sabar bisa Den. Bisa bisa Kapten. Waduh, di atas semua. Awas, Den. Eh, eh, yang benar, Kapten itu banyak, cuy. Bentar, bentar, bentar, bentar, bentarentar. Aduh, wow-nya ada di belakang lagi. Cepat, jangan lama-lama Den. Cepetin, cepetin. Aduh, ini gajahnya gede banget, Jir. Wah, sepertinya di belakang mereka datang. He, mereka datang, Den. Jagain, Kapten. Wo, wol-nya tawuran, Den. Hah? Wolf-nya tawuran di sana. Mana? Oh, iya. Woi, wnya bantu kita, Den. Ah, sip. Akhirnya bisa, bisa, bisa, bisa. Oke, oke. Aduh, aduh, du. Wei, we serang wol. Serang wol. Serang wol. Serang, serang wol. Aduh, Dan, wolf-nya ada yang jatuh, Den. Aduh, sabar, sabar, sabar. Gajahnya bawa kamu, Jen. Oke, oke, Gacanya bawa kamu, Den. Aku nyelamatin wolf. Oke. Eh, eh, aduh, aduh. Aduh, wolf-nya ada yang jatuh lagi. Sini w. Aduh, banyak kapten. Aduh, aduh. Let’s go, let’s go, let’s go. Awas, hati-hati, Den. Hati-hati, Den. Wih, wih. Apa itu, cuk? Bawa kamu gajahnya, Den. Jangan lupa, Den. Oke, oke. Gajahnya bawa. Cepat, cepat, cepat gajah, cepat gajah. Bentar, bentar, bentar, bentarentar. Oh, eh lawan wolf. Wolf, lawan wol. Aduh, wolf-nya jatuh lagi, Den. Aduh, aduh. Cepat, cepat, Karten, cepat kapan. Bentar, bentar, bentar, bentar. Aduh, di atas ada lagi anjir. Cepat, cepat. Dan, awas, dan mereka tambah banyak kah? Makin banyak. Siap, siap. Aduh, tinggal berapa wol-nya, Den? Aduh, jangan, jangan ditembak. Ayo, pergi, pergi dari sini. Cepat, cepat, cepat. Bawa gajahnya gajahnya, bawa Den. Pergi dari sini, pergi dari sini. Den, dan den dan gajahnya bawa. Gajahnya bawa. Oke, oke. Pergi. Pergi dari sini. [Tepuk tangan] [Musik] Dan akhirnya setelah berhari-hari melakukan perjalanan, akhirnya aku sama Kapten Dendy berhasil kembali ke rumah pohon kita. Aku pun langsung mengikat gajahnya dan beberapa wolf yang berhasil selamat. Akan tetapi, sayangnya dari lima wolf hanya tersisa dua wolf yang masih hidup. Jadi aku kali ini sama Kapten Dendy berinisiatif untuk membuat kandang untuk mereka semua. [Musik] Di pagi yang cerah ini, aku sama Kapten Dend diberi inisiatif untuk membuat storage room. Karena semua inventory kita sudah mulai penuh, aku pun langsung membuat storage room di atas pohon juga. Let’s go. [Musik] Oke, storage room-nya udah jadi. Akhirnya kita bisa naruh barang-barang. Let’s go. Ya, dengan storage room ini, aku pun langsung merapikan barang-barang seperti kayu, bebatuan, dan barang-barang lainnya. Woi, kapten-kapten. Woi, apa, Den, tolong tolong tolong. Kamu di mana? Eh, di di bawah. Di bawah. Mana? Mana? Allahu Akbar. Allahu Akbar. Apa itu, Den? Gak tahu, Kapten. Weh, rame wit. Tw. Hei, Den, apa ini, Den? Eh, apa ini, Den? Baras K. L. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Aku kena efek. Sabar, Den. Sabar Den, sabar. Sabar, Den. Jangan biarkan mereka masuk, Den. Iya. Ih, tembak K sendiri, Den. Apa itu, Den? Tapi aman ya? Enggak masuk, ya? Enggak gak gak gak gak ggak masuk, Kapten. Nice. Sabar, sabar, sabar, sabar, sabar. Den, itu laba-laba apa? Gede banget, cuk. Iya, Kapten. Ini laba-laba apa, Den? Gede banget, Den. Asli, Kapten besar. Eh, eh. Eh, Den, ngeluarin apa ini, cuy? Ih, dia ngeluarin laba-laba, Den. Ah, ngeluarin jaring, jaring. Awas, Godten, awas, Kapten. Tambah banyak, woi. Aduh, dia ngeluarin jaring, Den. Aduh. Oh my god. Oh my god. Oh my God. Oke, Den. Kita harus basmi mereka semua. Let’s go. Haah. Pergi dari sini. Yah, nice. Satu lagi, Den. Nice. Is bermutasi. Kamu jangan coba-coba. Masuk masuk masuk masuk. Eh den eh kena peluru keluru. D den dan den dan den dan bantu denur a sudah sudah sudah sudah. Uh huh aku nyawanya tinggal. Allahu akbar. Kamu di mana, Den? Di bawah. Di bawah di sakit cuk. Ini kok bisa, kok bisa naik, Den. Hah? Sepertinya pagarnya kurang tinggi ini, Den. Ya, karena pagarnya kurang tinggi, di hari ke-31 sampai 40 ini, aku sama Kapten Dendy berinisiatif untuk mengumpulkan pagar besi yang ada di stasiun untuk kita pasangkan pagar-pagarnya di rumah kita nantinya. He, awas awas. Wow, terkutu wei. Nice. Oke, sepertinya di sini ada besi lagi, Den. Let’s go. Kita langsung ambil. Let’s go. [Musik] Selain pagar besi, aku juga membutuhkan bebatuan untuk pondasi pagarnya nantinya. Let’s go. Setelah semua bahannya sudah lengkap, let’s go kita langsung membuat pagarnya. Let’s go. [Musik] Dan setelah pagarnya sudah jadi, akhirnya parasit tidak bisa masuk lagi ke area rumah kita. Karena aku sudah memberi pagar di setiap sudut di area rumah kita ini. Oke, sudah malam. Jadi kita waktunya untuk tidur, Den. Kita sudah bisa tidur tenang sekarang. Let’s go. Dipang cerah. Seperti biasa, kita harus membersihkan sisa-sisa parasit yang masih hidup. Di hari ke-41 sampai 50 ini, aku sama Kapten Dendy juga berinisiatif untuk membersihkan terowongan ini supaya kita bisa meminimalisir munculnya makhluk parasit di dalam sini. Aku pun langsung manfaatkan obor-oborku untuk menerangi di sepanjang teromongan ini. Oke. Wah, ini perempatan, Den. Kita harus Oh my godness. Itu apa? Waduh. Kita harus terangi yang mana duluan, Den. Sepertinya kita harus lurus dulu, Den. Ke sana, Den. Let’s go. Eh. Eh. Kapten, kapten kapten apa, Den? E, apa itu? Apa itu? Mana itu? Wih, is Den, kayaknya kita salah jalan, Den. Itu apa, Den? Tapi kita jangan takut, Den. A langsung maju aja, Den. Tapi itu besar, Kapten. Reload, reload, reload, reload, reload, Den, aku punya ide. Aku punya ide, Den. Apa, Kapten? Kita bikin bikin benteng di sini, Den. Biar biar kita bisa lihat dari dekat, Den. Nah, ini kita kasih batu di sini. Nice. Nah, oke, Den. Kita coba pancing dia ke sini, Den. Oh, oke. Oke. Oke. Tapi jangan ditembak, Den. Aduh, du. Jangan ditembak, ya. Kenapa gak ditembak, Ken? Enggak, enggak, enggak. Kita, kita coba pancing ke sini. Tapi kita harus cepat dan langsung tutup ini, ya. Oke, oke, oke. Ya, lari yang cepat, Den. Iya, iya. Oke, let’s go, Den. Awas, Den. Pelan-pelan, Den. Oh my God. Oh my godness. Den, itu makhluk apa, Den? Kepalanya banyak ternyata, Den. Tahu kapten. Hei besar, Kapten. Jiji Den. He, pelan-pelan pelan pelan. Eh, dia ngapain, Den? Oh my God. Sepertinya dia lagi merenung gitu. Eh, eh, eh, eh, eh, eh, Dan, lari, Dan. Heh. Eh, Dan, dia ke sini, Den. Nice. Hampir, hampir, hampir. Apa itu, Kapten? Bisa lihat dari dekat dan. Oke, oke, oke, kita langsung aja ya. Hajar, ya. Hajar, Kapten. Nice. Oke, oke, Den. Kita harus coba ke sana, Den. Sepertinya itu di sana jalan buntu, Den. Sepertinya ada chest di sana. Tuh kan. Oh my godness. Banyak sekali chest ya. Di Jalan Buntu ini aku sama Kapten Dendy menemukan chest yang isinya lumayan epic seperti Golden Apple dan juga beberapa senjata dan juga armor. Akan tetapi, senjata dan juga armor ini akan aku beri ke Dendy karena si Dendy enggak punya armor. Uh, ini armor apa, cuy? Keren, Den. Keesokan harinya aku sama Kapten Dendy berinisiatif untuk melanjutkan perjalanan di dalam terowongan yang belum kita telusuri. Dan kali ini Kapten Dendy tidak sendirian karena Kapten Dendy penakut, jadinya dia membawa dua wolf. Dan kami pun mulai berpencar untuk menelusuri dua terowongan ini. Oke, sepertinya ini ada belokan di sini. Oke, kita langsung terangin supaya tidak muncul parasit lagi. Let’s go. Oh. Uh, itu apa? Wih, ada stasiun lagi di situ. Oke, kita harus ke sana, Guys. Let’s go. Oh, itu apa? Sepertinya ada sesuatu yang gerak-gerak di sana. Woi. Ei. Wih, itu laba-laba yang besar, cuy. itu sakit banget anjir. Oke, kita harus langsung mabar sama dia. Wow. W. Spider-Man langsung keluarin jurusnya. Wih. Oke oke oke. Dia udah mati. Oke, aman, aman, aman, aman. Oke, sepertinya sudah aman. Allahu akbar. Woi, wei, B. Peluru-peluru habis. L. Untung aku punya dua senjata, anjir. Eh, ini ngeri banget stasiun ini, wih. Oke. Oh, oke. Dia baik. Dia baik. Dia baik. Aman, aman, aman. Oh my godness. Itu hewan apa lagi? Apa itu, cuy? Bentar, bentar. Kita harus ngambil isi chest-nya dulu di sini ya. Hah. Oke. Oke. Ini apa chestnya ini? Oh. Oke. Di sini banyak gun powder. Oke, kita langsung saja diambil. Hah. Oke. Kita harus terus lanjut ke sana. Tapi itu hewan apa tadi anjir? Hah. Ah. Oke. Itu apa, coy? Oh, oh my god. Itu kelelawar. Kelelawar segede kucing ini. Woi. Ini kelelawar apa, woi? Tapi dia baik, Guys. Oke, aman-aman. Allahu Akbar. Woi, kaget, coy. Jump scare banget nih. Oke, oke, kita harus lanjut. Lanjut, lanjut. Oke, lanjut. Oke. Eh, my godness. Ini jalan buntu, woi. Oke, jalan buntu. Kita harus balik pulang. Ah, akhirnya aku kangen rumah. Oke, sepertinya kita sekarang sendirian, Guys. Aku cuman sama gajah sekarang. Gajah kita berdua. Karena inventoryku sudah penuh, aku pun langsung pergi ke storage room untuk merapikan barang-barang yang tak berguna seperti gunpowder ini. Selain itu, kali ini aku berinisiatif untuk menanam pumpkin karena aku mempunyai beberapa biji curers yang sudah kita dapetin dari Desa Villager. Setelah menanam pumpkin, kali ini aku mempunyai ide. Aku ingin membuat pasukan Iron Man. Jadi, aku harus mencari banyak iron supaya bisa membuat Iron Man. Pertama-tama aku masak terlebih dahulu biji Iron-nya. Setelah itu aku pun langsung membuat iron block. Dan bahan selanjutnya untuk membuat Iron Man adalah pumpkin. Aku pun langsung panen semua pumpkin-pumpkin yang sudah tumbuh. Oke, kita langsung saja hidupkan Iron Man pertama kita, Guys. Let’s go. Pak Iron Man, tolong jaga gajahu, Pak. Jangan sampai hilang, Pak. [Musik] Oke, akhirnya pasukan Iron Mannya udah lengkap. E e woi woi. Pak, pak, kau ngapain, Pak? W anjir. Wih. Wah, sus banget kau. Oh my godness. Kau ngapain, Pak? WH. Siapa itu? Wih, jangan bilang Dendy. Wih, Dendy datang. Den, kapten. Woh Den, kamu kembali, Den. Iya, kapten. Wih, gimana, Den? Kamu udah nemu jalannya, K, Den? Wait, wait, wait. Udah, sudah, sudah, sudah. Heh, kamu nemu apa aja di sana, Den? Aku nemu gua, Kapten. Gua apa itu? Ada dua gua, Kapten. Tulisannya exit, Kapten. Ada tulisan exitnya. Iya. Serius? Iya. Sepertinya itu jalur keluar, Kapten. Tapi kenapa kamu kok gak masuk ke dalam? Lah, aku bingung, Kapten. Itu exitnya ada dua masalahnya. Oh, gitu. Berarti kita harus ke sana lagi nih. Iya, Kapten. Eh, btw. Hah? Wap satunya mana, Den? Eh, anu mati, Kapten. Mati? Iya, kapten. Heh, kok bisa, Den? Ya, banyak parah sih, Kapten. Dia juga sudah nyelamatin aku, Kapten. Oh my godness. Aduh, berarti ini kita tinggal satu wolf-nya, Den. Iya, we. Wah. Oke. Oke. Ya udah, besok kita berangkat ke sana, Den. Kita siapin dulu, Den. Oh, oke oke let’s go. Ya, kali ini aku sama Kapten Dend berinisiatif untuk melanjutkan perjalanan di terowongan misterius yang Dendy temukan. Di hari ke-61 sampai 80 ini, aku mempersiapkan semuanya termasuk armor dan juga senjata untuk bekal kita di perjalanan. Dan kali ini aku juga akan membawa si gajah untuk masuk ke terowongan yang Dend temukan. Karena siapa tahu terowongan itu adalah jalan keluar kita supaya kita bisa keluar dari dunia parasit ini. [Musik] [Musik] Oh my godness, Den. Kapten. Itu tempat apa di sana, Den? Uh, aku gak tahu, Kapten. Sepertinya itu sarangnya sih, Kapten. Ayo, ayo, Kapten. Let’s go, let’s go. Oh, ini panahnya, ya? Iya, kapten. Oke, oke. Let’s go. Ayo, gajah. Let’s go, Gajah. Kita udah hampir sampai. Wah, sepertinya ini di depan jalannya. Oh, ini tulisannya. Nah, ini exit, Den. Loh, ini exit juga. Iya, makanya. W anjir. Btw, kamu udah pernah masuk ke salah satu? Enggak, belum. Belum, Kapten. Waduh. Ya udah, ya udah, Den. Aku bingung, Kapten. Oke, Den. Aku punya ide, Den. Oh, iya, Kapten. Ini kan pintunya ada dua. Heeh. Kita bagi tugas saja. Oke. Btw, aku yang bawa semua hewannya. Kamu sendirian masuk ke yang kanan, aku yang kiri, Den. Gimana? Heh, Hais. Aku sendirian, Kapten. Iya, Den. Kamu kemarin bawa wov satunya mati, Den. Anjirlah kamu. Itu kan kemarin tidak sengaja, Kapten. Enggak, Den. Tapi yang paling penting wolf-nya biar dia bisa jaga-jajahnya, Den. Duh, iya sih. Iya. Nanti kalau aku sendirian, gajahnya dikeroyok, Den. Iya juga ya, K gitu ya. Jadi aku bawa wof-nya lah. Aman, Den. Ya, karena pintu exitnya ada dua, jadi aku sama Kapten Dendy harus kembali lagi berpencar. [Musik] Oke, sepertinya di depan ada tikungan. Nice. W di sini ada lampu juga. Oke. Oh, ada panah. Ada panah di sana. Oke. Oh my goodness. Jangan-jangan ini jalan keluarnya. Oke. Oke, let’s go. Let’s go. Kita jalan ke sini, Gaja. Oke. Sebenarnya ini jalan ke atas, ya. Coba kita lihat. Oh, oh my godness. Itu seperti jalan keluar gitu, ya. Oke, Pak. Let’s go. Kita langsung naik ke atas. Let’s go. Let’s go, let’s go, let’s go. Oke. Oh my God. Sepertinya ini buntu. Tapi ini pasir, ya. Oke, kita bisa gali nih. Oke, siapa tahu ini pintu keluar, Guys. Let’s go, let’s go, let’s go. Kita langsung saja. Oh, oh my godness. Oh, iya. Ini kayak pintu keluar. Oke, kita harus coba gali. Tuh, kan. Oh my godness. Ini kayaknya pintu keluar ya. Sepertinya aku benar-benar menemukan jalan keluar dan terowongan yang dimasuki. Sepertinya itu adalah terowongan yang salah. Hah. Oke, gajah. Sepertinya ini adalah dunia yang bersih dari parasit. Tuh, mereka hidup sehat semua sapi-sapinya. Wah, benarbenar ini adalah jalan keluar. Wah, gimana caranya kita menjemput si Dendy ya? Waduh, ini dunianya sangat indah di sini. Hah, aku harus jemput Dendy nanti. Ah. Wih, siapa itu nih, Mbak? Wih, siapa itu? Siapa itu? Wait, wait, wait, wait, wait. Oke, kita harus siapin. Aduh, anjir, gak ada pelurunya. Hah, pistolnya juga gak ada pelurunya, cuy. E, siapa tuh? Heh, siapa itu? Ya, tiba-tiba ada seseorang yang tak dikenal menembak aku dari belakang dan dia menyita semua senjata yang aku miliki. Dan ternyata dia tidak sendirian. Dia memiliki banyak teman yang ternyata mengawasiku dari jarak jauh. Aku pun mulai kenalan sama mereka dan aku menceritakan semua yang aku alami di dalam terowongan. Dan ternyata mereka semua juga pernah mengalami hal yang sama di dalam terowongan. Dan kali ini aku pun mencoba meminta mereka untuk menyelamatkan si Dendy karena si Dendy masih ada di dalam terowongan. Awalnya mereka enggak mau tapi akhirnya mereka mau membantu aku. Akan tetapi si gajah dan wol tidak ikut ke dalam terowongannya. Kami pun langsung otw untuk menjemput Kapten Dendy. [Musik] [Musik] Oke, let’s go, Pak. Kapten Dendy masuk ke dalam sini, Pak. Let’s go. Let’s go. Kita harus maju ke dalam, Pak. Let’s go. Let’s go. Oh my godness. Jangan bilang ini sarangnya parasit. Wait a minute. Wah, sepertinya Dendy memang salah jalur. Oh, tuh kan. Aku udah menduga sih. Wah. Oke, Pak. Kita harus perang melawan mereka, Pak. Let’s go. Kalian udah ready, Pak? Let’s go. Lindungi aku, Pak. Nice. Yah. Den, kamu di mana, Den? Wah, Den di mana sih? Jangan bilang Dendy mati, Den. Aku di sini, Den. Pak, terus, Pak. Lindungi aku, Pak. Let’s go. Let’s go, let’s go. Maju, maju, maju, maju, maju. Let’s go. Maju, Pak. Hh. Ini makhluk apa? Oke, oke, oke. Den, aku di sini. Den, kamu di mana, Den? Wah. H h h. Terus, Pak. Lindungi aku, Pak. Let’s go. Maju. Wah. Oke. Oke. Satu lagi. Terus, terus. Awas, lindungi aku. Nice. Oke, oke, oke, oke. Let’s go, let’s go. Wah, sepertinya ini jalan buntu. No way. Loh, sepertinya Dendy mati. Den, kamu di mana, Den? No, Den, Dendy. Waduh, mana Dendy nih? Sepertinya Dendy ada di sini, Pak. Hah? Dendy sepertinya udah hilang. Udah mati, Dendy. Hei, kaptenen, kapten. Hei, Dendy. Den, mana kamu, Den, Aku, aku di atas. Di atas. Woi, Den, kamu kok bisa ada di situ, Den. Iya, itu banyak parasyid, Kapten. Turun, turun, Den. Turun, Den. Aman, aman, aman, aman, aman. Oke, oke. Sebentar. Di sini banyak orang, Den. Nah. Uh, kita selamat, Den. Eh, siapa kapten? Ini siapa kamu? Ini aku nanti aku jelasin ke kamu, Den. Sekarang pokoknya kita harus pulang dulu, Den. Kok pakai simpak? Aman, aman, Din, aman, Den. Oke, itu aku juga gak tahu, Den. Dia sepertinya baru mandi, Den. Oh, ini ini ke mana, Kapten? Ayo, sini, sini. Mereka membantu kita, Den. Oh, oke. Let’s go, let’s go. Kita harus ikuti mereka. Oke, kapten. [Musik] Oke, Pak. Sepertinya udah lengkap. Aduh, Den. Den. Oh, iya. Kapten. Gunder masih ada enggak? Ee ada, Kapten. Kenapa? Minta, minta, minta. Aku punya ide. Oh, oke oke. Sebentar, sebentar. Yang banyak, yang banyak. Cepat, Den. Nice, Den. Kamu ready gak? E ais kita harus ledakin ini, Den. Supaya gak ada lagi, Den. Oh, oke oke. Ready, Den. Ready. Ready. Yuk, sekarang, Den. [Musik] [Musik] Dan akhirnya kita berhasil menyelamatkan Kapten Dendy. Di hari ke-81 sampai 99 ini, aku sama Kapten Dendy diajak sama para warga ini ke suatu tempat yang katanya bebas dari virus parasit. Dan setelah melakukan perjalanan beberapa hari, akhirnya kami sampai di tempat yang sangat indah. Tempat ini begitu sangat indah dan bersih dari virus parasit. Para warganya di sini sangat sejahtera dan mereka juga penyayang binatang. Si gajah akhirnya dibawa ke suatu tempat dan kala itu aku sangat kaget. Uh, tempat apa ini? Heh. Eh, Den. Ternyata di sini banyak gajah, Den. Tuh. Oh, iya, Kapten. Oh, akhirnya dia punya teman, Den. Oh, akhirnya mereka berkumpul lagi, Kapten. Oh my godness. Aduh. So sweet. So sweet. Ya, meskipun itu bukanlah keluarga asli dari gajahnya, tapi setidaknya mereka bisa hidup bahagia. [Musik]
AKU DAN KAPTEN DENDI BERTAHAN HIDUP 100 HARI DI PULAU JUNGLE YANG TERINFEKSI PARASITE❗️MINECRAFT HARDCORE❗️
KASIH AKU KEKUATAN 15.000 LIKE++ Dan AKU AKAN LANJUTKAN EPISODENYA❗️❗️
🔴Subscribe Channel PaYuDan :
https://www.youtube.com/payudan
🔴Join Memberships Channel PaYuDan! dan aku jadikan kalian Jenderal Terbaik di Channel ini.
🔴Playlist 100 Hari Ocean Only :
🔴Playlist 100 Hari PaYuDan :
🔴Jangan lupa juga untuk ikutin Sosial Media Aku yaa :
Instragram ► https://www.instagram.com/mzahirpayudan
🔴Join Discord PaYuDan SKWAD :
https://discord.gg/FSXpq2KSga
🔴Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► zpayudan@gmail.com
#anomali #minecraft #100hariminecraft
44 Comments
Halo bang payudan udah lama banget nggak upload akhirnya upload juga 🔥
20:27 penampakan wolf parkour
Yah telat😢
Mat aku telat bang baru balik sekolah ini
Halo bang
Ye kapten upload
Bang ko udah lama ga upload video dan akhir nya upload lagi😊
Pulang sekolah langsung nonton vt payudann🏝🧸(!)
Buat lagi bang ❤❤❤❤
Bjir ngonten lagi ni panu tan
Kok gak tau buat yutub bang 😢😢😢
Bang, aku udah selalu liat kapten dendi sejak dari lanjutin ocean only
akhirnya upload juga wak 😹🗿
Akhirnya bikin pidio lagi bang 😊😸😅
Kapten is back 😊
Yang setuju lanjut 200 hari sini 👇
Yang baru pulang sekolah
Bang coba lanjutkan 400 hari janggel only plis udah lama nunggu
Halo bg payudan pin dong hehe
Bang kok cuma dendi doang?
Kapten Kanapa jarang upload
halo bang lama nggak ketemu
Bang semangat ya buat konten🎉🎉🎉
Kapten ahkirnya upload🎉🎉
Lama kali kapten kita ini upload
Wolf nya ope bejir
CURIYA KALO WOLF NYA PLAYER 20:27
Kok baru uploat wak😂😂🗿🗿
Part 2
200 hari
Lanjut
hadir kapten ☝️
lanjut bang aplotnya
sebelum ribuan
Siapa kangen bang Ryashel rindu sumpah payudan dan Ryashel😞😔
BUSETTT
Bang bisa survive di minecraft dunia Lucky block?
Ke 107
Kapten lanjutin ocean only udah like dan subscribe plis
Semoga di baca😊
Bang bapa yudan ka
Bang teman Abang ada berapa
Halo bang,aku subscriber abang dari tahun 2020 sampe sekarang
Akhirnya video 10 hari Parasite lagi
Btw maaf aku telat kapt , karna lagi sakit
Bg knp jarang aplov